Sunday, 21 December 2014

Diet Diabetes Pada Ibu Hamil


Diet diabetes pada ibu hamil. Diet yang dianjurkan pada ibu hamil DMG adalah 30-35 kal/kg BB, 150-200 karbohidrat, 125 gr protein, 60-80 gr lemak dan pembatasan konsumsi natrium. Penambahan berat badan ibu hamil DMG tidak lebih 1,3-1,6 kg/bin. Dan konsumsi kalsium dan vitamin D secara adekuat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam diet DM    adalah sebagai     berikut:
1.     Diet DM harus mengarahkan BB ke berat normal, mempertahankan glukosa darah sekitar normal, dapat memberikan modifikasi diet sesuai keadaan penderita misalnya penderita DMG, makanan disajikan menarik dan mudah diterima.
2.       Diet diberikan dengan cara tiga kali makan utama dan tiga kali makanan antara (snack) dengan interval tiga jam.
3.       Buah yang dianjurkan adalah buah yang kurang manis, misalnya pepaya, pisang, apel, tomat, semangka, dan kedondong.
4.       Dalam melaksanakan diet sehari-hari hendaknya mengikuti pedoman 3J yaitu :
J1 à Jumlah kalori yang diberikan harus habis.
J2 à Jadwal diet harus diikuti sesuai dengan interval.
J3 à Jenis makanan yang manis harus dihindari.
Untuk menentukan jumlah kalori penderita DM yang hamil/menyusui secara empirik dapat digunakan rumus sebagai berikut:
(TB - 100) x 30 T1 + 100 T3 + 300 T2 + 200 L + 400
TB: Tinggi badan
T1/T2/T3: Trimester I / Trimester II/ Trimester III
L: Laktasi/menyusui

2.  Penanggulangan Obstetri
Pada penderita yang penyakitnya tidak berat dan cukup dikuasi dengan diet saja dan tidak mempunyai riwayat obstetri yang buruk, dapat diharapkan partus spontan sampai kehamilan 40 minggu. lebih dari itu sebaiknya dilakukan induksi persalinan karena prognosis menjadi lebih buruk. Apabila diabetesnya lebih berat dan memerlukan pengobatan insulin, sebaiknya kehamilan diakhiri lebih dini sebaiknya kehamilan 36-37 minggu. Lebih-lebih bila kehamilan disertai komplikasi, maka dipertimbangkan untuk menghindari kehamilan lebih dini lagi baik dengan induksi atau seksio sesarea dengan terlebih dahulu melakukan amniosentesis. Dalam pelaksanaan partus pervaginam, meksi tanpa disertai induksi, keadaan janin harus lebih diawasi jika mungkin dengan pencatatan denyut jantung janin terus-menerus.

3. Harus selalu kontrol dan di bawah pengawasan dokter
Kontrol ke klinik kandungan seringkali memakan waktu lama dan cukup  membosankan, tetapi "pengorbanan" ini dihargai dengan kondisi Anda dan bayi yang akan menjadi lebih baik. Persalinan bayi Anda yang sulit dan lama mungkin dapat  dihindari jika diabetes lebih terkontrol dan pertumbuhan bayi telah dipantau oleh pemeriksaan USG.
Bayi anda berukuran besar karena telah terpapar oleh konsentrasi glukosa yang tinggi selama kehamilan dan ia harus menghasilkan banyak insulin dari pankreasnya untuk mengatasi beban tambahan dari glukosa Anda. Tambahan glukosa diubah menjadi lemak dan proses inilah yang membuatnya menjadi besar. Segera setelah lahir, ia tidak lagi mendapatkan tambahan glukosa Anda, tetapi masih terlalu banyak memiliki insulin sehingga terjadilah hipoglikemia. Komplikasi ini dapat dihindari dengan menjaga kadar gula darah senormal mungkin meskipun kita tahu bahwa tindakan ini akan meningkatkan risiko hipo. Dokter spesialis dapat membantu Anda menentukan regimen insulin yang memungkinkan untuk mencapai kontrol diabetes yang baik tanpa terjadinya hipo.
Dengan kontrol gula darah yang baik, bayi dari ibu penderita diabetes seringkali lebih besar dari rata-rata, tetapi kesadaran ini dapat dideteksi oleh pemeriksaan pertumbuhan. Dokter kemudian dapat membahas waktu dan metode persalinan yang sesuai sehingga kesulitan Anda dalam proses persalinan terakhir bisa dihindari.
Perawatan kehamilan modern biasanya terbagi antara dokter spesialis diabetes dan dokter spesialis kandungan, lebih baik jika kedua dokter ini berada di sebuah klinik yang sama. Perawatan di rumah sakit jarang diperlukan selama kehamilan berlangsung normal dan kontrol gula darah tetap baik. Proses kehamilan pun harus tetap berada pada kondisi yang seharusnya. Setiap komplikasi kehamilan ditangani dengan cara yang sama seperti yang dilakukan terhadap perempuan tanpa diabetes. Perbedaannya hanya terletak pada tindakan menjaga gula darah ibu tetap normal untuk mencegah hipoglikemia terjadi pada bayi setelah dilahirkan. Walaupun sebisa mungkin persalinan dilakukan secara normal, ibu pengidap diabetes memiliki peluang yang lebih tinggi melakukan persalinan dengan operasi cesar, terutama jika bayinya besar atau perlu dikeluarkan lebih awal.

4.      Mempertahankan kondisi normoglikemia mulai kehamilan hingga persalinan
Selama kehamilan, placenta menghasilkan sejumlah besar hormon yang menghambat kerja insulin. Biasanya, seorang perempuan memerlukan insulin sebanyak 2-3 kali dosis normal pada masa paruh kedua kehamilan. Meskipun dosis  insulin secara keseluruhan lebih besar, kadar gula darah dapat lebih mudah dikontrol dengan fluktuasi yang lebih sedikit. Setelah kelahiran, kadar hormon turun yang berarti dosis insulin kembali ke tingkat sebelum kehamilan. Pada banyak perempuan, dosis yang dibutuhkan pada hari-hari pertama setelah melahirkan bahkan lebih rendah dari sebelum kehamilan. Saat sedang menyusui, dosis insulin yang diperlukan biasanya semakin turun. Anda harus siap untuk menurunkan dosis insulin sebanyak yang diperlukan untuk menghindari hipo.
Anda tidak perlu mengambil tindakan apa pun selain pencegahan yang dilakukan oleh semua perempuan hamil. Kenyataan bahwa suami memiliki diabetes tidak membuat kehamilan Anda menjadi berisiko. Pemantauan gula darah menjadi begitu penting jika sang ibu memiliki diabetes dengan kontrol yang ketat.
Perawatan ibu hamil penderita diabetes telah meningkat pesat dalam 20 tahun terakhir. Kontrol gula darah yang baik adalah tujuan yang paling penting. Dengan pemantauan kadar gula darah di rumah, mayoritas perempuan dapat mencapai kadar yang baik tanpa perlu masuk ke rumah sakit. Mungkin Anda menganggap kontrol gula darah Anda lebih baik selama kehamilan kedua daripada yang pertama. Pada kehamilan yang pertama, operasi cesar dianjurkan karena bayi sudah tumbuh menjadi 3,7 kg dalam 36 minggu dan dokter khawatir ia akan menjadi lebih besar jika dibiarkan sampai 38 atau 39 minggu. Bayi yang kelebihan berat badan kemungkinan besar disebabkan karena kadar gula darahnya yang tinggi. Selama kehamilan terakhir, ketika kontrol diabetes menjadi hal yang lebih baik untuk dilakukan, bayi akan tumbuh pada tingkat yang lebih normal sehingga tidak perlu melahirkan lebih awal dan Anda dapat bersalin secara normal.
Kontrol gula darah yang ketat selama persalinan sangat penting untuk  memastikan Anda tidak membuat bayi berisiko terkena hipoglikemia dalam beberapa  jam pertama kehidupannya. Infus dan pompa insulin adalah cara yang paling efektif  untuk menjamin kadar gula darah tetap terkontrol. Dalam tindakan apa pun selalu ada kemungkinan Anda memerlukan pembiusan (misalnya untuk pembedahan atau operasi cesar) dan dengan menggunakan pompa insulin, bidan dapat memastikan bahwa jika keadaan darurat muncul, Anda akan siap.
Menjaga kadar gula darah dalam batas yang normal selama persalinan sangat penting untuk memperkecil risiko bayi mengalami hipoglikemia dalam beberapa jam pertama setelah lahir. Cara ini paling efektif dan mudah dilakukan dengan menggunakan infus insulin intravena yang dikombinasikan dengan glukosa yang diberikan dengan infus. Dengan metode ini, gula darah dapat disimpan secara tertata dan diatur kadar yang normal sampai bayi Anda dilahirkan. Metode ini juga menjamin obat bius dapat diberikan tanpa persiapan lebih lanjut jika komplikasi terjadi.

5. Tetap menyusui
Semua perempuan disarankan untuk menyusui karena air susu ibu (ASI) memberikan bayi nutrisi terbaik dan perlindungan terhadap infeksi. Diabetes tidak menghalangi Anda untuk menyusui. Bayi Anda tidak akan dirugikan jika kadar gula darah Anda tinggi. Namun, gula darah yang terus-menerus tinggi dapat mengakibatkan Anda mengalami dehidrasi yang dapat menghambat produksi air susu. Untuk hasil terbaik saat menyusui, jagalah asupan cairan tetap tinggi dan cobalah memeriksakan kadar gula darah Anda untuk memastikannya tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Sebaiknya Anda tidak terlalu ketat dalam mengontrol diabetes agar terhindar dari hipo karena akan sangat sulit untuk merawat bayi jika Anda terus-menerus hipo.

Menyusui membutuhkan banyak energi dalam hal persyaratan nutrisi. Pastikan Anda makan dengan jumlah karbohidrat yang teratur. Anda mungkin perlu meningkatkan asupan kalori dan mengurangi dosis insulin yang biasanya didapatkan sebelum kehamilan. Jika sedang hipo, makanlah terlebih dahulu sebelum menyusui agar Anda dapat merawat bayi dengan aman. Konsultasikan dengan dokter jika Anda ragu-ragu terhadap pilihan Anda. Apabila aktivitas menyusui terlalu sulit, Anda dapat memberi susu botol pada bayi Anda.

No comments:

Post a Comment