Diet diabetes pada ibu hamil. Diet yang dianjurkan pada ibu
hamil DMG adalah 30-35 kal/kg BB, 150-200 karbohidrat, 125 gr protein, 60-80 gr
lemak dan pembatasan konsumsi natrium. Penambahan berat badan ibu hamil DMG
tidak lebih 1,3-1,6 kg/bin. Dan konsumsi kalsium dan vitamin D secara adekuat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam diet DM adalah sebagai berikut:
1. Diet DM harus mengarahkan BB ke
berat normal, mempertahankan glukosa darah sekitar normal, dapat memberikan
modifikasi diet sesuai keadaan penderita misalnya penderita DMG, makanan
disajikan menarik dan mudah diterima.
2. Diet diberikan dengan cara tiga
kali makan utama dan tiga kali makanan antara (snack) dengan interval tiga jam.
3. Buah yang dianjurkan adalah buah
yang kurang manis, misalnya pepaya, pisang, apel, tomat, semangka, dan
kedondong.
4. Dalam melaksanakan diet
sehari-hari hendaknya mengikuti pedoman 3J yaitu :
J1 à Jumlah kalori yang diberikan
harus habis.
J2 à Jadwal diet harus diikuti sesuai
dengan interval.
J3 à Jenis makanan yang manis harus
dihindari.
Untuk menentukan jumlah kalori
penderita DM yang hamil/menyusui secara empirik dapat digunakan rumus sebagai
berikut:
(TB - 100) x 30 T1 + 100 T3 + 300
T2 + 200 L + 400
TB: Tinggi badan
T1/T2/T3: Trimester I / Trimester
II/ Trimester III
L: Laktasi/menyusui
2. Penanggulangan
Obstetri
Pada penderita yang penyakitnya
tidak berat dan cukup dikuasi dengan diet saja dan tidak mempunyai riwayat
obstetri yang buruk, dapat diharapkan partus spontan sampai kehamilan 40
minggu. lebih dari itu sebaiknya dilakukan induksi persalinan karena prognosis
menjadi lebih buruk. Apabila diabetesnya lebih berat dan memerlukan pengobatan
insulin, sebaiknya kehamilan diakhiri lebih dini sebaiknya kehamilan 36-37
minggu. Lebih-lebih bila kehamilan disertai komplikasi, maka dipertimbangkan
untuk menghindari kehamilan lebih dini lagi baik dengan induksi atau seksio
sesarea dengan terlebih dahulu melakukan amniosentesis. Dalam pelaksanaan
partus pervaginam, meksi tanpa disertai induksi, keadaan janin harus lebih
diawasi jika mungkin dengan pencatatan denyut jantung janin terus-menerus.
3. Harus selalu kontrol dan di bawah pengawasan dokter
Kontrol ke klinik kandungan
seringkali memakan waktu lama dan cukup
membosankan, tetapi "pengorbanan" ini dihargai dengan kondisi
Anda dan bayi yang akan menjadi lebih baik. Persalinan bayi Anda yang sulit dan
lama mungkin dapat dihindari jika
diabetes lebih terkontrol dan pertumbuhan bayi telah dipantau oleh pemeriksaan
USG.
Bayi anda berukuran besar karena
telah terpapar oleh konsentrasi glukosa yang tinggi selama kehamilan dan ia
harus menghasilkan banyak insulin dari pankreasnya untuk mengatasi beban
tambahan dari glukosa Anda. Tambahan glukosa diubah menjadi lemak dan proses
inilah yang membuatnya menjadi besar. Segera setelah lahir, ia tidak lagi
mendapatkan tambahan glukosa Anda, tetapi masih terlalu banyak memiliki insulin
sehingga terjadilah hipoglikemia. Komplikasi ini dapat dihindari dengan menjaga
kadar gula darah senormal mungkin meskipun kita tahu bahwa tindakan ini akan
meningkatkan risiko hipo. Dokter spesialis dapat membantu Anda menentukan
regimen insulin yang memungkinkan untuk mencapai kontrol diabetes yang baik
tanpa terjadinya hipo.
Dengan kontrol gula darah yang
baik, bayi dari ibu penderita diabetes seringkali lebih besar dari rata-rata,
tetapi kesadaran ini dapat dideteksi oleh pemeriksaan pertumbuhan. Dokter
kemudian dapat membahas waktu dan metode persalinan yang sesuai sehingga kesulitan
Anda dalam proses persalinan terakhir bisa dihindari.
Perawatan kehamilan modern
biasanya terbagi antara dokter spesialis diabetes dan dokter spesialis
kandungan, lebih baik jika kedua dokter ini berada di sebuah klinik yang sama.
Perawatan di rumah sakit jarang diperlukan selama kehamilan berlangsung normal
dan kontrol gula darah tetap baik. Proses kehamilan pun harus tetap berada pada
kondisi yang seharusnya. Setiap komplikasi kehamilan ditangani dengan cara yang
sama seperti yang dilakukan terhadap perempuan tanpa diabetes. Perbedaannya
hanya terletak pada tindakan menjaga gula darah ibu tetap normal untuk mencegah
hipoglikemia terjadi pada bayi setelah dilahirkan. Walaupun sebisa mungkin
persalinan dilakukan secara normal, ibu pengidap diabetes memiliki peluang yang
lebih tinggi melakukan persalinan dengan operasi cesar, terutama jika bayinya
besar atau perlu dikeluarkan lebih awal.
4. Mempertahankan kondisi normoglikemia mulai kehamilan hingga
persalinan
Selama kehamilan, placenta
menghasilkan sejumlah besar hormon yang menghambat kerja insulin. Biasanya,
seorang perempuan memerlukan insulin sebanyak 2-3 kali dosis normal pada masa
paruh kedua kehamilan. Meskipun dosis
insulin secara keseluruhan lebih besar, kadar gula darah dapat lebih
mudah dikontrol dengan fluktuasi yang lebih sedikit. Setelah kelahiran, kadar
hormon turun yang berarti dosis insulin kembali ke tingkat sebelum kehamilan.
Pada banyak perempuan, dosis yang dibutuhkan pada hari-hari pertama setelah
melahirkan bahkan lebih rendah dari sebelum kehamilan. Saat sedang menyusui,
dosis insulin yang diperlukan biasanya semakin turun. Anda harus siap untuk
menurunkan dosis insulin sebanyak yang diperlukan untuk menghindari hipo.
Anda tidak perlu mengambil
tindakan apa pun selain pencegahan yang dilakukan oleh semua perempuan hamil.
Kenyataan bahwa suami memiliki diabetes tidak membuat kehamilan Anda menjadi
berisiko. Pemantauan gula darah menjadi begitu penting jika sang ibu memiliki
diabetes dengan kontrol yang ketat.
Perawatan ibu hamil penderita
diabetes telah meningkat pesat dalam 20 tahun terakhir. Kontrol gula darah yang
baik adalah tujuan yang paling penting. Dengan pemantauan kadar gula darah di
rumah, mayoritas perempuan dapat mencapai kadar yang baik tanpa perlu masuk ke
rumah sakit. Mungkin Anda menganggap kontrol gula darah Anda lebih baik selama
kehamilan kedua daripada yang pertama. Pada kehamilan yang pertama, operasi
cesar dianjurkan karena bayi sudah tumbuh menjadi 3,7 kg dalam 36 minggu dan
dokter khawatir ia akan menjadi lebih besar jika dibiarkan sampai 38 atau 39
minggu. Bayi yang kelebihan berat badan kemungkinan besar disebabkan karena
kadar gula darahnya yang tinggi. Selama kehamilan terakhir, ketika kontrol
diabetes menjadi hal yang lebih baik untuk dilakukan, bayi akan tumbuh pada
tingkat yang lebih normal sehingga tidak perlu melahirkan lebih awal dan Anda
dapat bersalin secara normal.
Kontrol gula darah yang ketat
selama persalinan sangat penting untuk
memastikan Anda tidak membuat bayi berisiko terkena hipoglikemia dalam
beberapa jam pertama kehidupannya. Infus
dan pompa insulin adalah cara yang paling efektif untuk menjamin kadar gula darah tetap
terkontrol. Dalam tindakan apa pun selalu ada kemungkinan Anda memerlukan pembiusan
(misalnya untuk pembedahan atau operasi cesar) dan dengan menggunakan pompa
insulin, bidan dapat memastikan bahwa jika keadaan darurat muncul, Anda akan
siap.
Menjaga kadar gula darah dalam
batas yang normal selama persalinan sangat penting untuk memperkecil risiko
bayi mengalami hipoglikemia dalam beberapa jam pertama setelah lahir. Cara ini
paling efektif dan mudah dilakukan dengan menggunakan infus insulin intravena
yang dikombinasikan dengan glukosa yang diberikan dengan infus. Dengan metode
ini, gula darah dapat disimpan secara tertata dan diatur kadar yang normal
sampai bayi Anda dilahirkan. Metode ini juga menjamin obat bius dapat diberikan
tanpa persiapan lebih lanjut jika komplikasi terjadi.
5. Tetap menyusui
Semua perempuan disarankan untuk
menyusui karena air susu ibu (ASI) memberikan bayi nutrisi terbaik dan
perlindungan terhadap infeksi. Diabetes tidak menghalangi Anda untuk menyusui.
Bayi Anda tidak akan dirugikan jika kadar gula darah Anda tinggi. Namun, gula
darah yang terus-menerus tinggi dapat mengakibatkan Anda mengalami dehidrasi
yang dapat menghambat produksi air susu. Untuk hasil terbaik saat menyusui,
jagalah asupan cairan tetap tinggi dan cobalah memeriksakan kadar gula darah
Anda untuk memastikannya tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Sebaiknya
Anda tidak terlalu ketat dalam mengontrol diabetes agar terhindar dari hipo
karena akan sangat sulit untuk merawat bayi jika Anda terus-menerus hipo.
Menyusui membutuhkan banyak
energi dalam hal persyaratan nutrisi. Pastikan Anda makan dengan jumlah
karbohidrat yang teratur. Anda mungkin perlu meningkatkan asupan kalori dan
mengurangi dosis insulin yang biasanya didapatkan sebelum kehamilan. Jika
sedang hipo, makanlah terlebih dahulu sebelum menyusui agar Anda dapat merawat
bayi dengan aman. Konsultasikan dengan dokter jika Anda ragu-ragu terhadap
pilihan Anda. Apabila aktivitas menyusui terlalu sulit, Anda dapat memberi susu
botol pada bayi Anda.
